Timbulnya
persoalan tentang islam di masa depan,
telah mengajak kita berfikir kritis dalam menelaah berbagai
fenomena saat ini. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, banyak
kita temukan akar-akar baru yang dapat menimbulkan kehancuran islam. Asia, yang dikenal sebagai Negara
moyoritas muslim, terlihat tak mampu menyikapi ragamnya pola hidup yang dapat menjebak islam.
Berbagai pengaruh telah berhasil menciptakan umat islam yang semakin lalai
menjalankan ajaran agamanya. Terutama pengaruh dari akibat tingkat pendidikan
islam yang semakin tertinggal, sehingga banyak dari generasi kita yang
terperdaya oleh kemajuan zaman dari berbagai sisi.
Minimnya
pengetahuan mengenai islam dapat menimbulkan mala petaka yang amat besar bagi
kemajuan islam. Salah satunya adalah mudahnya bagi mereka untuk meninggalkan
hukum islam baik secara sadar maupun tidak. Seperti pesatnya pergaulan bebas
yang menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan. Maraknya kasus pemerkosaan dan
pembunuhan. Aktivitas narkoba yang tak pernah luput dari kaum remaja hingga
usia paruh baya. Dan yang sangat memprihatinkan, para generasi islam telah meniru pola hidup yahudi yang mulai
memudarkan ajaran islam.
Sangat menyedihkan saat kita melihat wanita islam mulai membiasakan diri layaknya
wanita di zaman jahiliah. Tabbaruj salah satunya. Kecantikan telah menjadi
jembatan utama untuk meningkatkan nilai perekonomian mereka. Salah satu
jalan penyebaran kemaksiatan itu melalui
kecanggihan teknologi yang dimanfaatkan ke arah yang salah. Di berbagai media
sosial contohnya, aurat bahkan telah
menjadi tontonan murahan bagi sekelompok
umat.
Fenomena tersebut telah menjadi gambaran umum bagi
remaja saat ini. Hilangnya rasa malu sebagai ciri dari umat islam. Jika budaya ini terus berlanjut, apa jadinya
islam di masa yang akan datang?!Hal ini dapat memberikan gambaran kepada kita
bahwa umat islam tidak sepenuhnya mampu mengendalikan diri dari kemajuan
teknologi. Bahkan akibat negatif dari kemajuan
teknologi tidaklah sedikit kita
dapati. Pembunuhan dan berbagai kegiatan jual beli haram lainnya juga terjadi
akibat kemajuan teknologi. Salah satu
benda yang mudah didapati adalah Khamar, benda ini telah menjadi minuman di segenap tempat.
Saat ini, kita juga telah sampai di zaman dimana para ulama sudah tidak lagi
menjadi acuan sebagai tempat bertanya bagi umat islam. Seruan mereka seakan
berlalu tanpa ada yang menghiraukan. Orang-orang baik sudah tidak dikedepankan. Orang-orang benar telah
di anggap salah, dan orang-orang salah
telah di anggap benar. Semakin
sulit menegakkan kebenaran dengan kondisi yang demikian. Islam hanya terpajang tanpa ada rawatan.
Contoh lain seperti bangunan masjid.
Sering kita temukan manusia yang sibuk mendirikan masjid dengan kelimut
kemewahan yang seakan cukup tak cukup. Masjid hanya dibangun sebagai simbol
keislamannya saja. Tak gentar rasanya manusia untuk mendirikan bangunan masjid sedemikian besar,
luas dan mewah, namun tak gentar juga
mereka untuk melupakan dan meninggalkannya. Alquran yang terpajang hanya
dijadikan bacaan hafalan sedemikian rupa tanpa meresapi makna dan kandungannya.
Selain itu, kita juga telah memperhatikan semangat
para umat dalam mengembangkan kemaksiatan diberbagai tempat dan
kesempatan. Para pemimpin yang sudah buta untuk melihat antara hak dan
kewajibannya. Mereka terbuai dengan kursi beralas sutra yang menghasilkan
puing-puing kenikmatan fana. Amanah
sudah menjadi titipan tinja yang tiada
harga. Memang, tidak semua dari mereka dapat menjadi pemimpin yang mampu
membawa rakyatnya menjadi lebih baik. Mereka dapat diperdaya oleh nafsu dan kemegahan dunia. Larut dalam berbagai pujian
dan merasa dimuliakan. Namun hal ini dapat kita atasi melalu diri kita kembali.
Kita sebagai rakyatlah yang memilih mereka,
maka telah menjadi kewajiban kita untuk menegakkan islam yang lebih
berkualitas melalui pemimpin yang berkualitas.
Melihat hal semacam ini, rasanya sungguh terlihat
bejat para manusia yang tidak menghargai air mata para Rasul dan para Khalifah
terdahulu dalam menegakkan islam. Hal ini sungguh bertolakbelakang dengan
histori para Rasul yang rela
mengorbankan seluruh jiwa dan raga, harta benda dan keluarga demi menegakkan
islam yang bemartabat dengan umat-umat
yang bertaqwa. Banyak sekali fenomena yang
tertuju terhadap kehancuran islam. Bisa saja semua itu di katakan sebagai tanda-tanda akhir zaman yang
bayangannya mulai terpapar. Meski
kehadirannya tidak kita ketahui, namun tanda-tandanya telah kita dapati.
Fenomena ini telah memberikan akibat buruk bagi
kemajuan islam di masa depan. Terutama di kepualaan Asia. Tidaklah mudah bagi
para pendahulu kita untuk menyalakan
semangat juang demi mewujudkan islam yang berperadaban. Namun apa yang kita berikan tidaklah sesuai dengan harapan.
Sebagaimana kita sadari, bahwa islam pada dasarnya
merupakan agama tauhid yang menyatukan seluruh umat. Tidak ada perbedaan dari
umat islam melainkan nilai ketaqwaannya kepada Allah SWT. Melalui Alquran dan Hadist kita telah mendapatkan
penjelasan tentang keutamaan nilai taqwa.
Namun melalui realita yang terjadi pada masa ini, kita dapat melihat
umat islam telah larut dalam
perkembangan globalisasi yang mulai memecahbelahkan peradabannya sendiri.
Sebagaimana sejarah mencatat bahwa sebenarnya islam merupakan agama yang tidak terikat oleh
teritorial geografis. Islam adalah agama yang tidak membeda-bedakan suku,
watak, karakter, pangkat, jabatan, berbagai jenis materialistis dan berbagai
kolonial lainnya. Islam adalah agama pemersatu, yaitu agama yang hanya dipasung
oleh Allah dan Rasulnya. Namun kesatuan tersebut kini mulai terpecah belah jika
dilihat dari segi tertentu. Mengapa
demikian? Semua itu tidak terlepas dari
banyaknya pengaruh yang timbul akibat munculnya kemajuan teknologi dan minimnya pengetahuan mengenai islam
secara mendalam. Akibatnya, umat islam
tidak mampu membentengi diri untuk menghadapi pengaruh globalisasi.
Sehingga kemajuan teknologi nampaknya
tak bisa di jadikan sebagai suatu perkembangan yang lebih mengarah kesudut
positif. Namun malah sebaliknya. karena kemajuan teknologi yang di iringi
dengan minimnya pengetahuan mengenai islam tersebut dapat dikatakan sebagai
salah satu faktor yang menutup ajaran
islam secara perlahan.
Pandangan mengenai islam tidak bisa
kita pastikan berkembang baik jika umat islam sendiri belum mampu menjalankan
syari’at agamanya dengan baik. Seperti yang terjadi saat ini, meski tidak semua
aspek berpengaruh buruk terhadap perkembangan islam, namun dari aspek
tersebutlah kita dapat memperbaikinya sebelum islam mulai terancam hebat dengan
berbagai pengaruh lainnya.
Itu gambaran yang terjadi di kepulauan kita. Umat
islam berada di titik yang
memprinhatinkan. Namun berbeda halnya jika kita melihat islam di di kepulauan
Eropa dan Amerika?Mendengar dua Negara tersebut, kita mungkin langsung
terbayang paparan kaum kristiani yang begitu akrab dengannya. Tak salah memang.
Namun apakah suatu kemustahilan untuk membayangkan dua Negara tersebut di huni
oleh hampir seluruh umat islam? Tentu tidak! Realita hari ini mengisahkan
tentang maraknya perkembangan islam di Eropa dan Amerika.
Pada awalnya, kemajuan Eropa yang di akui dunia
hingga hari ini tidak terlepas dari perjuangan khalifah islam pada masanya.
Namun semua itu kembali direnggut oleh kaum kristiani dengan sengaja
mengaburkan histori para pejuang islam di sana. Cerita singkatnya dapat kita
jumpai dari buku Geografi Islamoleh
Hasan Basri M Nur dan Ahmad Zaki tentang
awal mula islam di Eropa dan Amerika. Sungguh menakjubkan jika kita
mengetahui sejarah islam di sana.
Saat ini, islam merupakan agama yang berkembang
pesat di benua Eropa dan Amerika. Peningkatan
umat islam di sebabkan oleh pertumbuhan penduduk, kaum muallaf dan para
imigran yang menempatkan diri disana. Kebencian mereka terhadap islam malah
membawa mereka begitu mencintai islam.
Hasil dari beberapa wawancara yang dilakukan di beberapa media mengenai
motivasi mereka yang masuk islam adalah
mereka menemukan kehidupan yang lebih berarti dan nilai kebenaran dalam agama islam. Kelimut
kemewahan yang mereka peroleh diluar islam tak pernah membuat mereka merasakan
ketenangan seperti setelah mengenal islam. Rasa penarasan yang luar biasa
tentang islam membuat mereka ingin tahu
sepenuhnya mengenai islam. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa mereka masuk
islam setelah benar-benar mendalami dan memaknai keberadaan islam yang
sebenarnya. Sehingga, ketika mereka telah masuk islam,mereka tidak
semena-semena untuk menjalankan ajaran islam. Ini menjadi suatu pembelajaran
bagi umat islam yang telah bergelut dengan islam sejak lahir di muka bumi.
Tetapi malah banyak yang
terjerat dalam pelanggaran hukum islam itu sendiri.
Banyaknya pengaruh yang mengantarkan perkembangan islam
di sana menumbuhkan semangat para kaula
muda untuk mempelajari islam lebih mendalam. Hal ini dilakukan guna menciptakan
umat islam yang memiliki komitmen dan mampu membentengi diri terhadap pengaruh
yang akan menyudutkan islam. Sehingga melalui merekalah pendekatan-pendekan
islam di dunia barat dapat terus berjalan. Hal ini juga akan menimbulkan
perkembangan bidang politik islam yang handal sebagai jalan pembentukan
pemerintahan islam di sana. Prof. Jane Smith yang telah berhasil menulis buku
buku islam di Amerika merupakan salah
satu gambaran semangat untuk terus mengembangakan islam di
Negara super power tersebut.
Demikianlah gambaran
perkembangan islam di dua dunia barat tersebut. Peristiwa ini dapat mematahkan
pemikiran-pemikiran awam yang melihat dua Negara itu sebagai Negara kafir yang
jauh dari islam. Nyatanya, umat islam yang ada di Negara tersebut malah
memiliki semangat juang yang jauh
berbeda dengan umat islam Asia. Mereka yang baru mengenal islam berupaya sebisa
mungkin untuk melanjutkan perkembangan islam di berbagai tempat kesempatan.
Harusnya ini dapat menjadi suatu kesadaran bagi kita selaku umat islam di
Negara bermayoritas muslim untuk menghidupkan kembali semangat para pendahulu
kita.Sehingga sisa-sisa perjuangan mereka dapat terus berkembang guna
mewujudkan islam yang berperadaban.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar